Duh.. Mudahnya Mendapatkan Miras di Yogyakarta

Duh.. Mudahnya Mendapatkan Miras di Yogyakarta

YOGYAKARTA - Begitu mudah mendapatkan minuman keras di Kota Yogyakarta membuat keresahan berbagai pihak. Efek samping dari konsumsi miras tentu lebih banyak sisi negatifnya dari pada positif.


Eleman masyarakat dari beragam latar belakang yang tergabung dalam Gerakan Nasional Anti Miras (Genam) Chapter Yogyakarta mengelar aksi simpatik di titik nol kilometer Yogyakarta. Mereka mengajak orangtua, guru, tokoh masyarakat, dan berbagai kalangan untuk tidak menkonsumsi minuman keras.

Ketua Genam Chapter Yogyakarta, Wikan Widyasari meminta pemerintah daerah untuk membuat aturan yang tegas mengenai peredaran dan penjualan miras yang saat ini tergolong sangat bebas. Tanpa ada regulasi dari pemerintah, peredaran miras akan semakin melebar sehingga muncul berbagai tindak kejahatan yang diakibatkan karena konsumsi miras.

"Kita berharap pemerintah punya aturan mengenai peredaran  miras. Aturan ada, tapi masih jauh dari harapan. Coba bayangkan, hampir banyak toko-toko menyediakan miras, akan dibawa kemana Yogya jika masyarakatnya konsumtif miras," kata Wikan, Minggu (23/2/2014).

Dia mengungkapkan, korban miras tiap hari berjatuhan. Kecelakaan, KDRT, perkosaan, pembunuhan, tawuran, adalah masalah yang tiap hari muncul karena dipicu miras.

Miras yang dalam sejarah panjangnya telah menyatu dalam kehidupan masyarakat, terbukti telah menimbulkan banyak kerusakan dalam tatanan masyarakat.

"Kecelakaan kendaraan bermotor karena konsumsi miras, merupakan penyebab utama kematian di kalangan remaja. Angka kriminalitas, perkosaan, pembunuhan, tawuran meningkat pesat karena konsumsi miras, itu salah satu contoh dilingkungan kita," bebernya.

Mudahnya mencari miras, kata dia, tentu mengancam keselamatan generasi muda. Miras sudah menjadi ancaman besar pemusnahan generasi muda.

"Miras seperti fenomena gunung es. Apa yang terlihat di permukaan hanya sedikit di banding yang tidak terlihat. Pemberitaan media tentang korban miras yang hampir setiap hari muncul, cukuplah menjadi data yang harus dicermatin," katanya. (okezone.com)

0 comments:

Post a Comment

Buku Tamu

twitterfacebookgoogle plus