Mbah Marto Sega Nggeneng - Membangun Bisnis dengan Reputasi


Tokoh Jogja - Enterpreneur Jogja


Di usianya menjelang 80 tahun, Mbah Marto tetap memiliki semangat dalam berkarya. Sentuhan tangan dinginnya telah membuktikan bisnis kulinernya mampu bertahan beberapa puluh tahun. Sistem bisnis yang sederhana dan berpromosi lewat gethok tular tidak kalah dengan sistem bisnis yang dibangun dengan sistem modern dan pemanfaatan sosial media –twitter, fesbuk dan lain-lain.


Kegigihan beliau dalam membangun bisnis kuliner dimulai sebagai penjual nasi keiling dengan tujuan utama Pasar Beringharjo. Dari Karanggeneng rumah beliau, biasanya mengambil jalur Minggiran-Pugeran-Tamansari-Bringharjo, terkadang menempuh rute Krapyak-Jogokaryan-Timuran-Jokteng Wetan-Bringharjo. Di sepanjang rute itulah mereka sesekali berhenti untuk melayani pelanggan. Pada dasarnya mbah Marto tidak menolak ketika orang membeli dagangan mereka di sepanjang perjalanan, baik dari rumah menuju pasar maupun sebaliknya, selama dagangan masih ada.

Perkembangan zaman yang terus berubah, banyak orang memulai membuka warung makan yang bertebaran di mana-mana. Alasan itulah mbah Marto memutuskan untuk membuka warung di rumahnya di Dusun Karanggeneng. Alhasil keputusan yang diambil sangatlah tepat, walaupun lokasinya tidak berada di tepat strategis namun pelanggan beliau tetap rela datang di warungnya.

Reputasi cita rasa yang maknyuss membuat pelanggan beliau berprinsip rasa adalah segalanya, sehingga lokasi yang menyelempit di gang-gang kampung tidak menjadi masalah bagi mereka. Terlebih lagi dengan adanya perubahan cepat informasi teknologi, dunia diciptakan tanpa batas sehingga setitik kecil lokasi warung sega Nggeneng yang tersembunyi tetap dapat diakses di peta kuliner Jogja, bahkan Indonesia, atau dari mana pun kita mengaksesnya!

Prinsip bisnis mbah Marto yaitu bagaimana menciptakan rasa puas dan kangen bagi pembeli yang menyantap menu kuliner di warung makannya ini.  Benar saja, ketika saya meliput profil beliau, banyak testimoni spontan dari para pelanggan dari warung beliau ini. Salah satunya, Arifin staf Pemkab Bantul. “Makan di warung Mbah Marto bikin kangen dan pastinya ingin kembali lagi,” ungkap pria asli Pajangan Bantul.

Resep rahasia dari mbah Marto terletak pada cara memasak yang berbeda. Sebagai contoh, mangut lele salah satu menu beliau sekilas tampak sama saja dengan lainnya. Ternayata rasanya sangat beda dengan lainnya. Beliau sempat memperlihatkan kepada kami proses pembuatannya.

Lele yang telah dibersihkan tidak lantas digoreng, tetapi diasapi/dipanggang di atas bara sabut kelapa sehingga meninggalkan aroma sangit yang khas. Bahkan tusuk yang digunakan tidak terbuat dari bambu, tetapi dari pelepah kelapa yang dipotong-potong kecil-panjang dengan salah satu ujung yang meruncing. Tusuk dari pelepah kelapa ini akan berminyak saat dibakar sehingga tidak membuat daging lelenya lengket.

Obrolan terakhir kami dengan beliau adalah ketika membangun usaha tetaplah mengutamakan kejujuran, keramahan serta tidak merasa keberatan ketika kita membantu baik kepada pelanggan maupun rekan kerja. Beliau juga berpesan dalam berusaha apapun tetaplah menjaga nama baik karena hal tersebut adalah tabungan masa depan yang tidak bisa digantikan dengan apapun. (konten: ardian/18052013/kotajogja.com)
Sumber : http://kotajogja.com/tokoh/index/74

0 comments:

Post a Comment

Buku Tamu

twitterfacebookgoogle plus