T. Risangcahyo P. Bima - Meraih Sukses dengan Berani Berbeda


Tokoh Jogja - Enterpreneur Jogja


Keberanian T. Risangcahyo P. Bima atau akrab di sapa Bima ketika memutuskan lulus SMA langsung bekerja selama lima tahun menjadi dasar yang kuat membentuk kepribadiannya membuka usaha yang dirintisnya bersama teman-temannya. Pria penghobi olahraga dan petualangan ini di berikan kepercayaan oleh teman-temannya untuk memimpin usaha yang dirintis bersama teman-temannya.  

Bersama Sigit Kuncoro, Teguh Pradana P., Marta Tri Sulistiyo dan Olwin K. Novaldy, pria alumni SMA Kolese John de Britto ini memulai bisnis kuliner roti bakarnya dengan segepok pengalaman yang telah dia miliki dari kafe-kafe tempat ia belajar, ditambah belajar dari buku-buku resep dan media cetakan lainnya serta internet. Dengan keyakinan itu pula Bimo Cs berusaha melakukan studi roti bakar ke berbagai kota, utamanya di Bandung. Karena dana terbatas ia melakukan dengan cara menjadi pengamen di cafe-cafe yang menjual roti bakar. Ia pelajari bagaimana cara memasak, keistimewaan masing-masing kafe, dan perilaku konsumennya.

Berkat keberaniannya, ketekunannya dan kegigihannya, pria yang akrab di sapa Bima ini mampu mengembangkan usahanya dengan omset sekitar Rp. 70.000.000/bulan dengan mempekerjakan 13 karyawan.  Kesuksesan yang diraihnya tidak terlepas dari strategi produk yang diterapkannya secara berbeda dengan kafe-kafe lainnya. Dalam menjalankan bisnisnya, pria penggemar olahraga adventure ini, mengutamakan keunggulan rasa pada produk-produknya dengan inovasi yang terus di kembangkannya.

"Bersama teman-teman saya membuat konsep kafe atau kedai ini mengutamakan rasa yang dikemas dengan suasana nyaman. Kami sengaja tidak menyediakan fasilitas pertunjukan musik dan koneksi internet, karena keinginan kami menjaring konsumen yang benar-benar menghargai cita rasa," ungkapnya.

Untuk menghasilkan rasa yang dapat diandalkan maka Bimo Cs sangat memperhatikan kualitas bahan, yaitu menggunakan bahan-bahan yang istimewa dengan kualitas nomer satu mulai dari roti, pisang, keju, coklat, kopi sampai bahan-bahan rempah yang digunakan. Susu sapi ia ambil langsung peternak, sehingga tidak ada campuran lainnya.

Konsistensinya dalam menjalankan konsep bisnis yang dijalankan berbuah hasil. Tahun 2012 bersama teman-temannya mendapatkan hibah dari Bank Indonesia sebesar Rp. 19.000.000, setelah bersaing dengan 300 usahawan-usahawan muda kreatif lainnya. Keberhasilan memenangkan hibah tersebut memberikan manfaat yang luar biasa, karena selain memperoleh  dana tersebut Bimo Cs mendapatkan fasilitas gratis berupa pelatihan dan pendampingan selama 1 tahun dari trainer-trainer bisnis nasional dan internasional. Bimo menyampaikan bahwa nilai pelatihan dan pendampingan tersebut ia yakini jauh melebihi nilai uang yang ia peroleh.

Bimo menyampaikan bahwa ia tidak akan meniru konsep-konsep internasional seperti Starbuck, Mc Donald atau sejenisnya, tetapi justru akan membawakan ciri Indonesia ke pasar Internasional.  Hal ini terbukti mendapat apresiasi para turis yang banyak menginap di sekitar kafenya yang memuji kekhasan kopi Van Java, yang memang ia tumbuk sendiri dari biji kopi pilihan. (ardian/kotajogja.com) 

Biodata 
Theofilus Risangcahyo Parmadiningrat al Bima HM

Riwayat Pendidikan: 

1. TK Mater Dei Yogyakarta (1992- 1993)
2. SD Marsudirini Yogyakarta (1993 - 1999)
3. SLTP 5 Yogyakarta (1999 - 2002)
4. SMU Kolese De Britto Yogyakarta (2002 - 2005)
5. Universitas Teknologi Yogyakarta (2010 - sekarang)

Hobi:
Olahraga & Adventure

Penghargaan:
1. Juara 1 Akuntansi se-DIY Jateng
2. finalis National Accounting Chalenge Championship, di Unpad Bandung (tingkat nasional)
3. Finalis Wirausaha Baru Bank Indonesia (WUBBI) regional DIY
Sumber : http://kotajogja.com/tokoh/index/81

0 comments:

Post a Comment

Buku Tamu

twitterfacebookgoogle plus