Noor Liesnani Pamella - Berbisnis dengan Prinsip Berbagi Kepada Sesama
Tokoh Jogja - Enterpreneur Jogja
Keberhasilan Noor Liesnani Pamella dalam membangun kelompok bisnis Pamella Swalayan Supermarket seperti sekarang ini, tidak bisa dilepaskan dari perjuangan awal beliau 37 tahun yang lalu, bermula dari warung kecil, berukuran 5 x 5 meter dengan fungsi ganda sebagai tempat tinggal. Bersama suaminya Sunardi Syahuri dengan bekal gembira ria keduanya bergantian menjaga warung kecil dari jam 06.00 hingga pukul 21.00 WIB.
Motivasi beliau menjadi pengusaha tidak bisa dilepaskan dari cita-cita awal beliau ingin menjadi muslim yang bermanfaat bagi banyak orang. “Jika kelak saya sudah memiliki usaha sendiri, saya akan selalu berusaha untuk bersodakoh dan berzakat. Saya selalu memohonkan doa kepada Allah agar kelak hasil dari saya berwirausaha menghasilkan rejeki yang banyak, sehingga zakat yang saya kumpulkan menjadi lebih banyak. Melalui zakat yang berlimpah manfaat bisa dirasakan orang lain menjadi besar,” kenang Noor Liesnani Pamella.
Dalam mengembangkan bisnisnya Noor Liesnani Pamella yang akrab dipanggil Pamella menceritakan betapa besar peran sang suami sebagai partner bisnis yang selalu memberikan dorongan atau motivasi untuk lebih maju dan kreatif. “Pak Nardi itu selalu berada di belakang layar setiap kesuksesan saya dalam membuka setiap cabang Pamella Swalayan. Biasanya Bapak terjun langsung survey lokasi yang akan kami jadikan cabang dari toko Pamella. Dan Bapak juga menjadi semacam sumber energi optimisme yang selalu menjadi acuan bagi saya sendiri. Terkadang saya juga sering pesimis ketika akan mengembangkan bisnis, di sinilah bapak selalu meyakinkan saya bahwa saya mampu untuk melakukan hal tersebut,” ujar Pamella.
Kebersamaan menjadi kunci keberhasilan Noor Liesnani Pamella dalam mengembangkan usahanya menjadi kelompok bisnis yang besar. Dalam setiap kesempatannya Pamella selalu menceritakan pentingnya membina keluarga sakinah dalam membangun bisnis barokah, sebagai seorang perempuan beliau memegang teguh ajaran Islam mengenai hak dan kewajiban sebagai istri. “Saya sangat beruntung, Allah menjodohkan saya dengan Bapak, bahkan tidak ada kata yang tepat untuk menggambarkan kebaikan beliau terhadap saya sebagai isterinya. Pengertiannya, tenggang rasanya, dan rasa cintanya pada saya, membuat saya merasa menjadi isteri paling bahagia di dunia, “ ujar Pamella semabari mengembangkan senyumnya.
Kerja keras, taat beribadah, jujur dan ikhlas menjadi semboyan Pamella dalam menjalankan bisnisnya hingga menjadi besar seperti sekarang ini. Beliau berprinsip dengan 4 resep tersebut semua orang bisa melakukannya, karena hal tersebut tidaklah sulit dilakukan dengan syarat keteguhan atau istikomah dalam menjalani semua. “Saya terus berusaha menjadi pribadi yang selalu memegang prinsip hidup secara istikomah. Sebagai manusia kita tidak bisa hidup sendiri, ada banyak orang di sekitar kita yang akan mengetahui seberapa manfaat diri kita bagi sesama manusia. Oleh karena itu selain terus memegang prinsip hidup, saya berusaha untuk bisa mengulurkan tangan menolong sesama yang membutuhkan pertolongan,” ujar Pamella.
Perkembangan Kelompok Bisnis Pamella bisa melaju secara pesat tidak bisa dilepaskan dari prinsip berbagi yang menjadi perhatian khusus dari kelompok bisnis ini. Melalui lembaga sosial milik Kelompok Bisnis Pamella ini sering mengadakan kegiatan sosial seperti program pembagian sembako, pengobatan gratis atau kegiatan donor darah yang berkerjasama dengan PMI. “Sementara untuk internal keluarga saya sendiri, kami juga memiliki beberapa orang anak asuh. Program internal keluarga sudah berlangsung lama dan sudah puluhan anak yang kami bantu. Bahkan pernah ada salah seorang anak asuh saya kuliah di dua perguruan tinggi sekaligus. Seluruh biaya kuliahnya mendapat beasiswa. Alhamdulillah, anak asuh saya ini telah merampungkan kuliahnya dan meraih gelar dari universitas sekaligus,” kenang Pamella. Disela-sela wawancara beliau juga menceritakan keberhasilan kelompok bisnis yang dipimpinya menaikkan haji staf karyawan sebanyak 22 orang.
Berpikir terbuka dan keinginan maju menjadikan Noor Liesnani Pamella tidak segan-segan untuk belajar hal-hal baru demi memajukkan bisnisnya. Hobi travelling menjadi sarana untuk menambah wawasan, relasi dan pengembangan bisnis. Belum lama ini beliau menceritakan pengalamannya ketika mengunjungi sebuah supermarket besar di Jakarta. Pribadinya yang ramah, luwes dan cepat belajar membuatnya dengan mudah mendapatkan inspirasi dari supermarket yang dikunjunginya.(foto dan teks aan ardian/www.kotajogja.com)
Perkembangan Kelompok Bisnis Pamella bisa melaju secara pesat tidak bisa dilepaskan dari prinsip berbagi yang menjadi perhatian khusus dari kelompok bisnis ini. Melalui lembaga sosial milik Kelompok Bisnis Pamella ini sering mengadakan kegiatan sosial seperti program pembagian sembako, pengobatan gratis atau kegiatan donor darah yang berkerjasama dengan PMI. “Sementara untuk internal keluarga saya sendiri, kami juga memiliki beberapa orang anak asuh. Program internal keluarga sudah berlangsung lama dan sudah puluhan anak yang kami bantu. Bahkan pernah ada salah seorang anak asuh saya kuliah di dua perguruan tinggi sekaligus. Seluruh biaya kuliahnya mendapat beasiswa. Alhamdulillah, anak asuh saya ini telah merampungkan kuliahnya dan meraih gelar dari universitas sekaligus,” kenang Pamella. Disela-sela wawancara beliau juga menceritakan keberhasilan kelompok bisnis yang dipimpinya menaikkan haji staf karyawan sebanyak 22 orang.
Berpikir terbuka dan keinginan maju menjadikan Noor Liesnani Pamella tidak segan-segan untuk belajar hal-hal baru demi memajukkan bisnisnya. Hobi travelling menjadi sarana untuk menambah wawasan, relasi dan pengembangan bisnis. Belum lama ini beliau menceritakan pengalamannya ketika mengunjungi sebuah supermarket besar di Jakarta. Pribadinya yang ramah, luwes dan cepat belajar membuatnya dengan mudah mendapatkan inspirasi dari supermarket yang dikunjunginya.(foto dan teks aan ardian/www.kotajogja.com)
BIODATA
Hj. Noor Liesnani Pamella
Lahir: Yogyakarta, 13 September 1955 l Suami: Sunardi Syahuri
Hj. Noor Liesnani Pamella
Lahir: Yogyakarta, 13 September 1955 l Suami: Sunardi Syahuri
PENDIDIKAN
SD Taman Siswa YK (1968) l SMP Muhammadiyah II Putri YK (1971) l SMAN 3 YK (1974)
SD Taman Siswa YK (1968) l SMP Muhammadiyah II Putri YK (1971) l SMAN 3 YK (1974)
PEKERJAAN
General Manager dan Pemilik Retailer Pamella Swalayan Supermarket
PENGHARGAAN
Juara I Lomba Display Susu Ultrajaya Tingkat Nasional. (1990) l Pengusaha Kecil Tangguh Terbaik, versi Departemen Koperasi DIY. (Juli 1995) l Launching Pamella Swalayan sebagai pengusaha kecil yang cepat dalam merespon pelatihan manajemen mini market (Yayasan Prasetya Mulya dan Hasil Pertemuan Konglomerat Nasional di Jimbaran) oleh Subiyakto Cokrowardoyo (Menteri Transmigrasi dan Koperasi) dan konglomerat Nasional seperti Sudwikatmono, Sofyan Wanandi, dan Ciputra. (April 1996) l Pengusaha Kecil Berprestasi Tingkat Nasional, Penyerahan Hadiah oleh Presiden RI Soeharto di Istana Bogor. (1997) l Penghargaan sebagai Pengusaha atas jasa-jasanya dalam Usaha Kesejahteraan Sosial dan Pembangunan Sosial, versi GKR. Hemas. (2002) l Nara Sumber dalam Workshop Nasional bertajuk “Kiat Sukses Usaha dengan Menabung” bersama Safir Senduk (Perencana Keuangan Nasional) yang diselenggarakan oleh Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata RI. (Juli 2004) l Pengusaha Ritel yang mencapai target Nasional untuk produk Sariayu, mendapat hadiah Tour ke Eropa dan pertemuan langsung dengan CEO Sariayu Ibu Martha Tilaar. (2004) l Nara Sumber dalam Seminar Nasional dan Bedah Buku “Kisah Sukses Pebisnis Muslimah Indonesia” (Dipilih 8 Pengusaha Muslimah di Indonesia) yang diselenggarakan oleh Multitama Publisher di Masjid Salman Institut Teknologi Bandung. (Juli 2005) l Masuk dalam 5 Top Rank Pengusaha Ritel Lokal DIY dalam hal omzet, versi Nutricia, Unilever, dan Indomarco. (2005)
General Manager dan Pemilik Retailer Pamella Swalayan Supermarket
PENGHARGAAN
Juara I Lomba Display Susu Ultrajaya Tingkat Nasional. (1990) l Pengusaha Kecil Tangguh Terbaik, versi Departemen Koperasi DIY. (Juli 1995) l Launching Pamella Swalayan sebagai pengusaha kecil yang cepat dalam merespon pelatihan manajemen mini market (Yayasan Prasetya Mulya dan Hasil Pertemuan Konglomerat Nasional di Jimbaran) oleh Subiyakto Cokrowardoyo (Menteri Transmigrasi dan Koperasi) dan konglomerat Nasional seperti Sudwikatmono, Sofyan Wanandi, dan Ciputra. (April 1996) l Pengusaha Kecil Berprestasi Tingkat Nasional, Penyerahan Hadiah oleh Presiden RI Soeharto di Istana Bogor. (1997) l Penghargaan sebagai Pengusaha atas jasa-jasanya dalam Usaha Kesejahteraan Sosial dan Pembangunan Sosial, versi GKR. Hemas. (2002) l Nara Sumber dalam Workshop Nasional bertajuk “Kiat Sukses Usaha dengan Menabung” bersama Safir Senduk (Perencana Keuangan Nasional) yang diselenggarakan oleh Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata RI. (Juli 2004) l Pengusaha Ritel yang mencapai target Nasional untuk produk Sariayu, mendapat hadiah Tour ke Eropa dan pertemuan langsung dengan CEO Sariayu Ibu Martha Tilaar. (2004) l Nara Sumber dalam Seminar Nasional dan Bedah Buku “Kisah Sukses Pebisnis Muslimah Indonesia” (Dipilih 8 Pengusaha Muslimah di Indonesia) yang diselenggarakan oleh Multitama Publisher di Masjid Salman Institut Teknologi Bandung. (Juli 2005) l Masuk dalam 5 Top Rank Pengusaha Ritel Lokal DIY dalam hal omzet, versi Nutricia, Unilever, dan Indomarco. (2005)
Sumber : http://kotajogja.com/tokoh/index/41
Tuesday, February 25, 2014
|
Labels:
Artikel,
Enterpreneur
|
Subscribe to:
Post Comments (Atom)



0 comments:
Post a Comment